')

DOEDY FAISAL, INGIN LEGALKAN BALAPAN LIAR MELALUI D EVENT

  • Bagikan

Membaca judul diatas, tentu konotasinya agak seram juga, namun jangan kuatir, dalam hal ini Doedy Faisal selaku CEO D-Event ingin mengajak para penggemar dan pelaku balap untuk bertanding secara legal dan tentunya juga bukan dijalan raya, melainkan didalam sirkuit resmi yang memiliki standar keamanan dan berpayung regulasi.

Sebagai club event yang lulus rekomendasi IMI DKI, D-Event boleh dikatakan sebagai salah satu club event yang paling ramai pesertanya. Dan di tahun ke sepuluh penyelenggaraannya, D-Event mampu tampil sebagai ajang adu bakat baik bagi pebalap-pebalap pemula dan juga bengkel-bengkel pendukungnya, dan tentu ini semua hasil kerja keras Doedy Faisal yang mengedepankan fair play disetiap penyelenggaraan D-Event.

“Awalnya event kejuaraan ini adalah DnD dimulai dari 2008 hingga 2011, dan kita selalu mengadakan balapan di sentul besar (Sentul International Circuit) dan di support langsung oleh Mas Moreno Soeprapto dan juga Bpk. Tinton Soeprapto. Tahun 2012 kita ubah menjadi D-Event dan pelaksanaannya selain di sentul besar juga di sentul kecil (Sentul International Karting and Motorcycle Circuit).” Kenang Doedy Faisal ketika dihubungi tkmracing.com via jaringan whatsapp.

Torehan positif dari ajang D-Event ini juga dapat dirasakan pada kurun waktu sejak 2012 hingga saat ini. Tidak sedikit para pebalap yang turun di club event ini akhirnya serius berkarir di ajang kejuaraan-kejuaraan road race. Sistim balapan D-Event memang dipersiapkan untuk menyalurkan bakat-bakat para pemula salah satunya adalah dengan membuat kategori pembibitan dimulai dari kelas non pembalap hingga kelas open. Progres para peserta pun mendapat perhatian khusus dari Doedy Faisal yang selalu menyarankan para pebalap yang memiliki kemajuan untuk naik kek kelas yang lebih tinggi.

“Alhamdulillah, banyak alumni-alumni D-Event yang sekarang sudah balapan di ajang IRS, Asia Talent Malaysia dan Kejurda-kejurda.” Tambah Doedy Faisal.

Memasuki tahun 2014, D-Event semakin booming ditengah pecinta olahraga balap motor. Saat itu peserta yang turun mengaspal mencapai 600 peserta. Saking banyaknya hingga Doedy Faisal mengambil kebijakan untuk menyelenggarakan balapan dalam dua hari yaitu Sabtu dan Minggu di sentul kecil.

“Penyelenggaraan 2 hari balap sebenarnya membuat kita semua lebih leluasa dalam hal waktu, namun jujur saja biaya yang dikeluarkan menjadi sangat besar. Setelah itu akhirnya D-Event kembali ke konsep awal yakni balap satu hari, biaya menjadi lebih ringan namun tetap menjaga jadwal pertandingan untuk selalu on time. Hal tersebut kami lakukan karena sejak awal dulu kami tidak melibatkan sponsor jadi semua biaya murni dari hasil uang pendaftaran.” Terang Doedy Faisal.

Bicara tentang hadiah, Doedy Faisal memang tak pernah mengiming-imingi para peserta dengan hadiah yang besar. Selain tropi, Doedy juga memberikan uang pembinaan alakadarnya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga konsekuensi bibit-bibit pebalap road race utuk lebih fokus ke balapannya ketimbang hadiahnya.

“Untuk uang pembinaan kita menggunakan sistim arisan. Jadi dari setiap uang pendaftaran peserta saya sisihkan lalu dikalikan dengan jumlah peserta dalam setiap kelas dan nanti dibagi 3. Untuk besaran pembagiannya menyesuaikan posisi juaranya.” Ujar Doedy Faisal

Pada balapan kemarin (Minggu 4/11), D-Event diikuti 425 peserta yang terbagi ke dalam 32 kelas. Penyelenggaraan yang baik dan profesional membuat D-Event sangat diminati khususnya para pendatang baru untuk menjajal balapan yang sesungguhnya.

“Animonya masih bagus. Banyak bibit-bibit baru dari privateer dan bengkel-bengkel kecil yang datang berlomba ke event ini. Dan untuk balapan selanjutnya D-Event akan kembali dilaksanakan pada 25 November 2018 Seri 9 dan 30 Desember 2018 untuk seri penutup (Seri 10).” Terang Doedy Faisal.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Doedy Faisal pun sempat berpesan untuk kalangan bikers dan pecinta balap motor untuk bergabung di D-Event. Dengan ikut D-Event, para bikers dijamin bisa merasakan atmosfir balapan yang sesungguhnya di tempat yang semestinya yakni sirkuit.

“Mudah-mudahan dari yang awalnya hanya hobi kelak bisa jadi profesi.” Tutup Doedy Faisal.

Bagi rekan-rekan bikers yang butuh informasi lebih lanjut mengenai D-Event, silahkan mengajukan pertanyaan dikolom komentar dan akan dijawab langsung oleh Official D-Event.

Bravo balap motor Indonesia!!!

AEF SAE / Foto by SAE_PHOTO2

0 Comments

Post Comment

Comment From :

Relevant News

IRS SERI 5, WAWAN WELLO TUNJUKAN PROGRES BAIK DI AKHIR MUSIM

Di tahun 2018, banyak muncul pembalap baru yang mempunyai bakat juga potensi yang bagus. Wawan Wello, pebalap pria kelahiran 19 September 1994 ....  

FITRIANSYAH KETE CATAT SEJARAH BAIK DI IRS 2018

Fitriansyah Kete resmi meraih gelar juara nasional kelas Kejurnas 250cc setelah menang di balapan Seri 5 IRS yang dilangsungkan hari ini,   ....  

RICHARD TAROREH PERTAHANKAN JUARA UMUM IRS KEJURNAS SPORT 150CC

Richard Taroreh pembalap dari tim Yamaha Kaboci berhasil mendapat gelar juara nasional keduanya di ajang Indospeed Race Series setelah memperol ....