JELANG ESHARK ROK CUP RD. 6, POTENSI PARA PENJEGAL. (Bag. 3 Habis)


tkmracing.com (31/8)

Dikelas junior, selain Sergio Noor dan Adrian Hassan yang memiliki peluang besar menjuarai seri terakhir kejuaraan, ada beberapa nama yang menarik untuk kita ungkap ke permukaan. Selain memang memiliki track record yang mumpuni, para pegokart di lapis kedua juga memiliki potensi menjegal langkah Sergio dan Adrian menuju singasana juara. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

Keito Matsui, tampil tanpa beban

Keito Matsui, pegokart Jepang yang bermukim di Indonesia ini memiliki potensi paling besar untuk larut dalam perburuan gelar. Keberhasilan pegokart DSR Racing ini dalam memamfaatkan situasi telah terbukti di putaran 5 lalu. Keito yang melihat peluang saat Sergio dan Adrian bertarung tanpa membuang kesempatan menggeber laju gokartnya di partai final hingga keluar sebagai jawara. Walaupun hanya menghuni posisi 4 di klasemen Asia dan nasional, Keito memang tak memiliki modal cukup untuk meraih gelar juara umum. Dengan kata lain, Keito akan bertanding tanpa beban memperebutkan podium pertama, apalagi Keito sudah terbiasa dengan ritme pertarungan klasik yang menjadi ciri khas di kelas junior.

Rinto Mori, sedang on fire

Kemudian ada rekan satu team Keito yang masuk bursa persaingan yakni Rinto Mori. Performa Rinto melesat sejak putaran 4 lalu. Rinto yang biasanya bertarung dibaris tengah saat ini sudah memiliki kemampuan untuk menekan para rivalnya yang berada di baris terdepan. Meskipun peluangnya tak sampai di posisi juara, namun Rinto bisa saja merepotkan para pemburu gelar dalam mengamankan langkahnya.

Neo Yong Jie, misi khusus

Neo Yong Jie juga memiliki misi khusus di balapan kali ini. Bertengger diposisi 2 klasemen Asia dengan defisit 161 poin akan menggoda hasratnya untuk menekan barisan terdepan. Dan bila terjadi sesuatu terhadap Adrian didalam balapan, bukan tidak mungkin wakil Singapura yang bergabung di ESI Motorsport ini akan membalikan keadaan khususnya di arena perebutan gelar juara Asia. Walaupun memiliki semangat menggebu, namun sayang Neo Yong Jie seringkali kehilangan konsistensi di lap-lap akhir yang membuat eksekusinya menjadi kurang sempurna.

Anandandi Musad, performanya akan kembali?

Nama Anandandi Musad juga masuk dalam kategori para penjegal. Meskipun performanya turun di beberapa seri yang lalu, pengalaman bertarung dengan Sergio di seri ke 2 Eshark Rok Cup cukup menjadi penilaian atas potensi yang dimiliki awak Tanada Racing ini. Bila segala sesuatunya mendukung, bukan tidak mungkin Dandi akan tampil sebagai kuda hitam yang akan turut berebut tropi kemenangan.

Imran Karim Wewengkang, bertahan diposisi 3 kejurnas

Selanjutnya ada Imran Karim Wewengkang (UT Racing) dan Farrel Gobel (PFive Racing) dalam daftar ini. Posisi Imran yang masih menduduki peringkat 3 klasemen nasional dan Farrel yang juga menguasai posisi 3 klasemen Asia akan memacu pegokart-pegokart ini untu mempertahankan posisinya hingga balapan usai. Walau bagaimanapun, tampil sebagai juara overall ke 3 juga merupakan satu catatan fantastis dalam karir balap mereka masing.

Dari uraian diatas, sudah kebayang kan keseruan di lintasan balap akhir pekan ini. Siapapun pemenangnya , kita sebagai pecinta olahraga gokart pasti berharap bahwa kemenangan tersebut diraih secara elegan dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, sehingga kedepannya para pegokart muda aset bangsa ini akan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Selamat bertanding.

RA tkmracing.com

Kategori:News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: