JELANG ESHARK ROK CUP RD. 5, SIAPA YANG BERPOTENSI JEGAL SILVANO?


tkmracing.com (4/8)

Berbicara tentang ketangguhan Silvano Christian di lintasan Sentul International Karting Circuit (SIKC), tak akan ada kata yang bisa terucap selain kesan fantastis terhadap prestasi pegokart kelas senior ASR Racing tersebut. Contoh nyatanya adalah dengan aksi sapu bersih 4 seri kejuaraan Eshark Rok Cup yang kesemuanya digelar di SIKC sudah cukup membuktikan kemampuan pegokart yang usianya kian menanjak dewasa ini masih sangat mumpuni. Meskipun tak selalu mendominasi tahapan-tahapan lomba, Silvano selalu menjadi pebalap terdepan saat bendera finish dikibarkan.

Silvano Christian, tangguh di SIKC

Posisi nyamannya di puncak klasemen baik pada kejuaraan Asia Rok Cup dan kejuaraan Eshark Rok Cup sepertinya tak akan menemui kendala berarti meskipun dirinya hanya bermain aman di masing-masing sisa 2 putaran kejuaraan. Dengan keunggulan lebih dari 400 poin di dua tangga klasemen tersebut, Silvano dipastikan akan melenggang mulus menuju kejuaraan dunia Rok Cup Final Italia yang akan dihelat di penghujung tahun nanti.

Bila gelar juara umum sudah bisa diamankan, lalu siapa saja para pegokart yang berpotensi memberikan gangguan-gangguan terhadap langkah Insinyur tamatan Universitas Indonesia ini dalam meraih label sapu bersih khususnya pada gelaran Eshark Rok Cup putaran 5 akhir pekan ini (5/8)? Berikut sedikit ulasan yang berhasil tkmracing.com kumpulkan dari fakta-fakta dilapangan.

Muhammad Harits, selalu gagal dibabak akhir

Muhamad Harits menjadi pegokart yang memiliki potensi mengganggu perfoma Silvano di lintasan SIKC. Data hasil balap merekam aksi pegokart PFive Racing ini mampu mengalahkan Silvano meskipun sebatas di tahapan awal atau maksimal hingga babak prefinal. Kegagalan Harits mengeksekusi babak akhir di beberapa balapan yang diselenggarakan di SIKC memang menjadi tanda tanya besar yang harus mampu diatasi baik oleh Harits sendiri maupun tim mekanik pendukungnya bila ingin mematahkan dominasi podium Silvano. Kemenangan Harits terhadap Silvano terjadi di sirkuit KF1 Karting Circuit dalam event Rok Cup Singapore Rd. 3 Juni lalu dan itupun akhirnya dianulir pasca penalty yang diterima Harits karena dianggap kecepatannya terlalu pelan saat memulai babak final.

Keanon Santoso, dua podium jadi tren positif

Selanjutnya ada Keanon Santoso yang juga masuk dalam daftar penantang Silvano. Penilaian ini berdasarkan dari tren positif yang mampu ditunjukkan Keanon pada dua balapan terakhir yang diikutinya. Meraih gelar runer up pada Eshark Rok Cup putaran 4 lalu, Keanon melanjutkan pencapaiannya dengan menyabet gelar juara 3 pada kejuaraan X30 SEA Shah Alam minggu lalu. Dua gelar yang mampu digondolnya dari dua kejuaraan berbeda seakan menjadi tanda kebangkitan punggawa TKM Racing ini setelah cukup terpuruk di seri-seri awal kejurnas. Momen yang baik ini tentu akan dimamfaatkan Keanon untuk kembali unjuk kemampuan di lintasan SIKC.

Zahir Ali, paling senior dikelas senior

Nama Zahir Ali juga layak masuk nominasi pengganggu Silvano dari segi pengalaman yang dimilikinya. Pegokart penguasa era 90 an ini tak bisa dipandang sebelah mata. Segudang kemampuannya dilintasan SIKC bahkan membuatnya layak menyandang gelar maestro gokart Indonesia, apalagi alasan tak mengejar poin di kelas senior membuat pegokart Tanada Racing yang juga turun di kelas master level Asia ini akan tampil terbuka di setiap tahapan lomba. Namun yang cukup disayangkan, keistimewaan yang dimiliki Zahir tak lagi sepadan dengan usianya yang tak muda lagi. Meski kerap memberikan perlawanan sengit, kemampuan fisik Zahir tentu harus menjadi bahan kalkulasi langkahnya menuju tahta juara.

Akheela Chandra, ungguli Silvano di KF1 Karting Circuit

Di posisi akhir ada dua debutan berbakat di kelas senior yakni Akheela Chandra dan Rava Mahpud. Secara statisitik, Akheela Chandra yang mewakili UT Racing dan Rava Mahpud dari Tanada Racing sama-sama memiliki kesempatan besar untuk mengalahkan Silvano pada balapan nanti, karena keduanya pernah mengalahkan seniornya tersebut meskipun bukan di SIKC melainkan di KF1 Karting Circuit. Akheela Chandra mampu meninggalkan Silvano pada gelaran Rok Cup Singapore putaran 2 april silam, sementara Rava Mahpud berhasil mengungguli Silvano di Rok Cup Asia putaran 5 Juli lalu.

Rava Mahpud, generasi termuda di kelas senior

Meskipun prediksi ini hanya sebatas diatas kertas, setidaknya ini adalah gambaran bahwa kerasnya persaingan dikelas senior telah melibatkan beberapa pegokart dari berbagai generasi. Silvano yang merupakan generasi setelah Zahir  kini tengah digempur satu generasi dibawahnya melalui Keanon Santoso dan Muhamad Harits, sedangkan Akheela Chandra dan Rava Mahpud yang berasal dari generasi termuda juga mulai masuk ke pusaran pertarungan.

Indonesia memang kaya akan pegokart-pegokart yang berpotensi. Maju terus Garuda Muda !!!

RA tkmracing.com

Kategori:News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: