ESHARK ROK CUP RD. 4, KELAS JUNIOR TETAP PANAS TANPA CLASSIC BATTLE


tkmracing.com (9/7)

Dalam setiap gelaran Eshark Rok Cup, pertarungan dikelas Junior Rok GP merupakan salah satu tontonan yang paling ditunggu-tunggu para penikmat olahraga gokart di seantero SIKC. Kerasnya persaingan, adu kecepatan, hingga manuver-manuver spekulatif yang tercipta menjadi sarana senam jantung sekaligus hiburan yang mengundang decak kagum kepada pegokart-pegokart muda Indonesia yang tengah memasuki usia ABG.

Nama-nama pebalap beken seperti Sergio Noor, Adrian Hassan, Keito Matsui dan Anandandy Musad tercatat sebagai pebalap yang kerap kali terlibat classic battle disetiap putaran kejuaraan Eshark Rok Cup. Namun sayang, classic battle yang ditunggu-tunggu tak terjadi di seri 4 ini. Lalu apakah balapan menjadi kurang seru? Tentu tidak. Persaingan tetap panas hingga tercipta insiden-insiden tabrakan di setiap awal-awal tahapan yang dilombakan.

Adrian Hassan, Kecolongan di babak final

Adrian Hassan menjadi pegokart yang cukup menonjol sepanjang balapan kemarin. The Flying Sausage jagoan dari ASR Racing ini berhasil mendominasi balapan sejak kualifikasi hingga babak prefinal. Bahkan seorang Sergio Noor pun sempat pusing kepala manakala Adrian mampu memberi gap 0.390 detik saat babak kualifikasi. Unggul kecepatan Adrian mampu memberi jarak aman terhadap Sergio yang hanya mampu menempel di putaran-putaran awal.

Sergio Noor, inisiatif menyerang di babak akhir

Memasuki babak final, kekisruhan selepas start sempat terjadi saat Adrian dan Sergio saling menjaga kecepatan sebelum  garis start. Hal tersebut membuat beberapa pegokart dibelakang mereka mulai melakukan penetrasi yang membuat Neo Yong Jie pegokart asal Singapura melesat ke barisan terdepan. Tak butuh waktu lama, Sergio langsung berinisiatif mengambil alih pimpinan lomba dengan mulai memberikan jarak terhadap Adrian. Hingga bendera finish dikibarkan, Sergio Noor wakil Riser Shadaff BMHS berhasil menjadi pebalap tercepat dengan differensi waktu 3,771 detik didepan Adrian Hassan yang finish diposisi 2.

Rinto Mori, babak baru perjalanan karirnya

Hal menarik dikelas panas ini adalah progres impresif Rinto Mori pegokart DSR Racing. Rinto yang dalam putaran sebelumnya selalu berada diluar 5 besar kini mulai menapaki kakinya di peringkat 3 besar sekaligus mendapat penghargaan sebagai pegokart yang paling banyak melakukan aksi overtake. Pencapaian ini memang hal yang mengejutkan mengingat perjalanan karirnya yang biasa-biasa saja hingga putaran 3 lalu. Sedangkan peringkat 4 dan 5 masing-masing dihuni Neo Yong Jie dan Imran Karim Wewengkang.

Anandandy Musad, keluar dari clasic battle bersama Keito Matsui

Sementara nasib buruk menimpa Keito Matsui dan Anandandy Musad. Dua pegokart langganan classic battle ini harus menderita gagal finish pasca insiden di partai final. Namun meskipun tanpa classic battle, kelas Junior Rok GP memang selalu menarik untuk disimak, mengingat dalam balapan mereka memang harus bersaing keras demi membuktikan siapa yang terbaik.

Rayhan Ardian

 

Kategori:News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: