KIMIKO DAN KIMBERLY, THE NEXT KEZIA DAN KEANON


tkmracing.com (17/5)

Persaingan dua bersaudara dilintasan gokart memang sah-sah saja. Meskipun mereka dilahirkan dari pasangan orangtua yang sama tak serta merta menyurutkan aroma persaingan diantara mereka untuk tampil menjadi pebalap tercepat. Apalagi bila dua bersaudara itu adalah satu wanita dan satu pria, pastilah ada ego dan keinginan secara pribadi yang berkecamuk dalam persaingan tersebut.

Duo Santoso, Keanon dan Kezia saat menemani sang adik Kealton

Adalah Kezia Santoso dan Keanon Santoso asal TKM Racing. Meskipun mereka mengawali karier gokart dalam kelas berbeda, perkembangan usia sempat mempertemukan mereka berdua dalam satu kelas yang sama yakni saat memasuki kelas Junior dan Senior. Dalam balapan, seringkali duo Santoso ini terlibat dalam persaingan untuk menjadi yang terbaik. Bahkan, Yongliek Santoso selaku Ayahanda mereka berdua sempat marah besar ketika persaingan di lintasan terbawa dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ya itulah dunia balapan, persaingan yang keras bisa menimpa siapa saja tak peduli itu saudara apalagi orang lain. Meskipun akhirnya mereka menyadari bahwa persaudaraan baik kepada saudara sendiri atau kepada pebalap lain merupakan trophi tertinggi yang tak berwujud dalam satu kejuaraan.

Kini Duo Santoso tersebut jarang sekali bertemu dalam satu kejuaraan. Kezia berkarir di kejuaraan-kejuaraan Eropa sambil menekuni studi di Inggris, sementara Keanon fokus berkarir di Asia Formula Renault dan aktif dalam Kejurnas Eshark Rok Cup.

Kimiko, harus bisa membimbing Kimby

Yang menarik, saat ini persaingan duo bersaudara dalam lintasan gokart terlahir kembali melalui Kimiko Priya dan sang adik wanitanya Kimberly Priya. Bergabung dalam Semut Ireng Racing Team (SIRT) dibawah bimbingan Iwan Semut Ireng, Kimi dan Kimby (panggilan akrab mereka berdua) siap meramaikan pentas gokart tanah air. Kedua buah hati pasangan Hendra Priya dan Natalia Nova ini sebenarnya sudah mulai mengaspal di SIKC sejak 2017 lalu, namun baru di musim balap 2018 ini Kimiko mulai menjalani karier profesionalnya.

Iwan Semut Ireng, melatih Duo Priya dengan penuh kesabaran

“Kimi dan Kimby mulai berlatih sejak 2017 lalu. Baru tahun 2018 ini Kimi mulai balap Kejurnas. Mereka berdua anak-anak yang baik dan patuh pada instruksi-instruksi pelatih. Insya Allah di seri 4 Eshark Rok Cup nanti Kimby juga akan turun balapan,” Jelas Iwan Semut Ireng sang pelatih.

Lebih jauh Iwan Semut Ireng juga menjelaskan bahwa sepak terjang mereka tak ubahnya Duo Santoso yakni Kezia dan Keanon.

“Mereka berdua selalu bersaing didalam lintasan. Terutama Kimby yang tak mau kalah dengan Kimi sang Kakak.” Tambah pria gaek yang kenyang asam garam dunia gokart Indonesia ini.

Sementara itu Hendra Priya selaku orang tua mereka berdua menyatakan bahwa Beliaulah yang memperkenalkan Duo Priya ini dengan olahraga gokart. Meskipun dibawah arahannya, Duo Priya ini tak pernah merasa terpaksa tapi justru malah senang akan rutinitas tersebut.

Hendra Priya, gali potensi Kimi dan Kimby

“Kimi mulai diusia 6 tahun dan Kimby diusia 8 tahun. Mereka besar di rental-rental gokart Jakarta dan di tahun 2017 barulah mereka mulai berlatih secara profesional dibawah bimbingan Iwan Semut Ireng.” Papar pria penggila Kimi Raikkonen ini.

Selanjutnya Hendra juga menuturkan bahwa sejauh ini sebagai Ayah, Hendra hanya sebatas memotivasi bakat dan minat serta potensi yang ada dalam diri kedua anak kesayangannya tersebut. Selain di dunia balap, Kimi dan Kimby pun terjun didunia periklanan televisi. Tercatat beberapa iklan dari perusahaan-perusahaan besar pernah mereka bintangi sejak kurun waktu 2011 lalu.

Kimberly, Kakak Kimi adalah saingan pertamanya

Lalu bagaimana dengan prestasi Kimiko khususnya yang sudah memulai balapan sejak seri pembuka Eshark Rok Cup lalu? Hendra Priya menjelaskan bahwa pencapaian Kimiko di lintasan balap sudah sangat lumayan, cuma memang ada hal yang mengganjal di benak Hendra berkaitan dengan hasil balap Kejurnas Eshark Rok Cup putaran 3 yang digulir minggu lalu (13/5).

“Terus terang saya sangat kecewa saat Kimiko mendapat penalty dibabak heat, padahal posisi Kimiko di posisi 5. Alasan penalty adalah dengan sengaja mendorong hingga pegokart lain keluar lintasan. Menurut bukti-bukti yang kami miliki, Kimiko tidak melakukan aksi dorong tapi justru pegokart tersebut overshoot hingga keluar dengan sendirinya. Hal tersebut juga dapat kami buktikan dari kondisi gokart Kimiko yang clear tidak ada bekas benturan. Ya kedepannya saya hanya berharap agar pengawas lomba dapat lebih jeli dalam memutuskan suatu pelanggaran agar kedepannya tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.” Tutup Hendra Priya.

Prestasi hasil buah kerja keras

Apapun bisa terjadi dalam balapan, kadang persiapan matang, usaha yang gigih akan berakhir sia-sia tanpa keberuntungan. Namun hendaknya semua akan menjadi pembelajaran kita masing-masing agar kelak dimasa yang akan datang setiap kejuaraan yang digelar akan terlaksana dengan lebih baik lagi, karena tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan dengan kebaikan. Namun diluar itu semua kita harus bangga dengan Kimiko dan Kimby yang datang ke lintasan untuk meramaikan persaingan dengan penuh warna. Akankah mereka mampu menjadi sehebat Duo Santoso? kita lihat dan tunggu aksi Duo Priya ini di SIKC.

Reyhan Ilyas

 

Kategori:News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: