KEJAR TARGET JUARA 1, OBSESI RAVA MAHPUD DI KELAS SENIOR ROK GP


tkmracing.com (17/4)

Menjadi juara 1 merupakan impian setiap pebalap. Rasa lelah setelah berusaha keras merebut gelar kampiun akan terbayar manakala sang pebalap berdiri di tangga podium urutan 1 saat mengambil tropi. Hal itu pulalah yang menjadi obsesi Rava Mahpud, pegokart kelas Senior Rok GP yang baru berusia 14 tahun. Saat tkmracing.com berkesempatan mewawancarainya sewaktu berlatih di Sentul International Karting Circuit, putra tunggal Eris Mahpud ini menuturkan sekitar persiapannya menghadapi musim balap di tahun 2018 ini.

Perbanyak jam terbang demi raih gelar juara

Rava memulai karir balap gokartnya dari kelas Cadet. Melalui bakat balapan yang diturunkan dari Sang Ayah, kini Rava menjelma menjadi pegokart tangguh di lintasan baik untuk kejuaraan-kejuaraan lokal, bahkan international.

“Ayah saya yang memperkenalkan saya dengan olahraga gokart karena dulu saya sering ikut saat Ayah berlatih dan balapan.” Ujar Rava Mahpud.

Prestasi memukau mampu dibukukannya pada musim balap 2017 lalu. Turun balap di kelas junior rok  yang terkenal kelas panas, Rava Mahpud membungkam para pesaingnya di tiga kejuaraan berbeda yaitu Rok Cup Singapore,  Asia Rok Cup dan Eshark Rok Cup. Keberhasilan ini membuat Rava berhak mewakili Indonesia di kejuaraan dunia Rok Cup Final 2017 yang digelar di South Garda Karting Lonato Italia. Tak berhenti disitu, Rava bahkan sempat mengikuti salah satu kejuaraan lokal Italia yang digelar disirkuit yang sama dengan menyabet gelar podium 2. Catatan-catatan prestasi ini menjadi kenangan manisnya saat berkarir di kelas junior rok GP.

Pembuktian di putaran 2 Eshark Rok Cup 2018

“Di musim balap 2018 ini saya naik kelas ke kelas senior rok GP. Tentu ini adalah pengalaman baru bagi saya bersaing dengan para senior saya.” Tambah Rava Mahpud.

Meskipun hengkang dari kelas junior rok GP dengan segudang prestasi tak serta merta memudahkan langkah Rava Mahpud dalam bersaing dikelas barunya ini. Berlakunya regulasi kelas senior rok GP yang tak lagi menggunakan rem depan cukup berdampak kepada seluruh pegokart termasuk Rava. Regulasi ini memang menuntut para pegokart untuk dapat beradaptasi dan mengantisipasi kekuatan tenaga mesin terutama saat memasuki tikungan.

“Silvano Christian, M. Harits dan Keanon Santoso merupakan pesaing terberat saya di kelas senior rok GP.” jawab Rava saat ditanyakan tentang rival-rivalnya di kelas Senior Rok GP.

Berbincang dengan para pesaing seniornya sebelum memulai balap

Pada debut pertamanya di kejuaraan Eshark Rok Cup 2018 Rd. 1 SIKC, Rava memang belum menampakkan performa apiknya. Kendala jam terbang memang cukup menghambatnya dalam pertarungan-pertarungan melawan para seniornya.Barulah pada putaran 2 di kejuaraan yang sama, Rava langsung membuktikan kemampuannya dengan menyabet gelar juara 3. Penampilan impresif juga ditunjukkan Rava saat turun di putaran 2 Asia Rok Cup KF1 Singapura. Dibabak Final Rava berhasil finish di posisi 4 meskipun memulai balapan dari posisi 12. Namun sayang regulasi bumper depan sedikit menghalangi langkahnya meraih tropi dan harus puas menghuni urutan ke 7.

“Mudah-mudahan saya bisa meraih hasil baik dikelas senior rok GP ini. Dan saya targetkan menjadi juara 1 di putaran 3 Eshark Rok Cup mendatang.” tutup Rava Mahpud.

Usaha yang keras akan memperoleh hasil yang terbaik. Selamat berjuang Rava Mahpud.

Reyhan Ilyas

Foto by Eshark Rok Cup Official

 

 

Kategori:News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: