HARAPAN BESAR BRENDAN LIM DI KELAS MASTER, DIPTYA OKTADEWA BINTANG BARU SHIFTER ROK

tkmracing.com, 21 Febuari 2018

Keputus asaan sempat timbul di benak Brendan Lim pegokart kelas Master Rok DT Racing, manakala Brendan belum mampu menaklukan tikungan-tikungan menantang di seputar Sentul International Karting Circuit pada gelaran Eshark Rok Cup Rd. 1 lalu. Hal itu dirasakannya sejak latihan resmi yang digelar hari Sabtu (27/1) hingga pada tahapan-tahapan lomba di hari Minggu (28/1). Bahkan pada sesi kualifikasi jawara Rok Cup Singapore ini hanya mampu menduduki baris ke 4 terpaut hampir setengah detik dari Eris Mahpud (ESI Motorsport) yang memulai balap dari posisi pertama.

Keberuntungan justru mendatanginya pada babak final. Brendan yang sempat frustasi akhirnya maju memimpin lomba pada saat Eris mengalami kendala teknis pada tunggangannya di putaran awal babak akhir. Brendan memang akhirnya mampu membuktikan keperkasaannya namun mengingat masih banyak seri-seri balap selanjutnya tak urung membuat dirinya harus mempersiapkan segalanya dengan baik bila ingin tampil sebagai jawara di akhir musim ini.

Brendan Lim dan Eris Mahpud, antara sahabat dan rivalitas

Dalam kesempatan wawancara langsung antara tkmracing.com dengan Brendan via jaringan whatsapp, Brendan mengungkapkan segala persiapannya untuk tampil baik pada gelaran Eshark Rok Cup Rd.2 yang akan dilaksanakan minggu ini (25/2).

” I have been sticking to my usual routine or practicing once a week behind the kart at KF1 Karting Circuit and runs once or twice a week. I also took part in a 6 hour endurance race with another Singapore drivers at the new track KF1 Arena on 10th february. That race was areal test to my stamina and i believe it has prepared me for Eshark Rok Cup Round 2. “ Papar Brendan Lim

Lebih lanjut, Brendan juga menjelaskan bahwa selain Eris Mahpud, rival terbesar langkahnya untuk menguasai kelas Master Rok ini justru datang dari rekan satu tim nya yakni Alan Kwek (DT Racing). Alan yang absen diputaran lalu kemungkinan besar akan ikut mengaspal di dibalapan kali ini dengan mengincar tahta juara Asia.

Namun begitu, Brendan memiliki harapan besar untuk menaklukan kehebatan rival-rivalnya sehingga memiliki kesempatan mendapatkan tiket untuk bertarung di Rok Cup Final yang akan dihelat di South Garda Karting Italy.

DIPTYA OKTADEWA MELESAT DI KELAS SHIFTER ROK.

Usaha keras Diptya Oktadewa pebalap Respon Motorsport dalam mengendalikan mesin Shifter Rok dengan rajin berlatih di SIKC jauh-jauh hari sebelum balapan memang tidak sia-sia. Pegokart asal Solo ini akhirnya berhasil menorehkan tinta emas prestasi balapnya dengan tampil sebagai yang terdepan pada balapan seri lalu.

Diptya Oktadewa, bintang debutan baru

Bermaterikan jenis mesin yang merupakan variant baru di kelas Shifter Rok, Diptya memang paling mumpuni dibanding para pesaingnya. Unggul 1,386 detik di sesi kualifikasi, tunggangan Diptya laksana panah yang melesat jauh meninggalkan lawan-lawannya. Bahkan seorang Husin Bin Ali Al Habsy alias Ucin  (R1 Racing) yang merupakan jawara di kelas ini tahun lalu saja sangat kesulitan untuk mendekatinya.

Ketika dihubungi tkmracing.com, Dicky Setiawan yang merupakan Manager Respon Motorsport mengungkapkan bahwasanya Diptya telah siap untuk kembali balapan di putaran 2 Eshark Rok Cup.

Ucin Habsy, punya PR berat tahun ini

” Rencananya Diptya akan turun di dua kelas yaitu Shifter Rok dan juga Senior Rok GP.  Sudah pasti balapan-balapan tersebut akan sangat menguras tenaga sehingga selain latihan rutin, Diptya juga fokus dalam pembinaan fisiknya.” tukas Dicky Setiawan.

Ketika ditanyakan perihal target Diptya Oktadewa di tahun 2018 ini, dengan penuh keyakinan Dicky Setiawan mengatakan bahwa gelar sebagai juara baru di kelas Shifter Rok adalah sasaran utamanya.

Tentu ini memerlukan kerja keras apalagi selain Ucin, Ajie Nursyamsi (Gegaz Racing Team) dan Ario Radityo (Semut Ireng Karting) juga bersiap mengganggu laju gokartnya. Kita saksikan saja perjuangan mereka di balapan akhir minggu ini.

Foto by Eshark Rok Cup Official

SERGIO M NOOR TARGETKAN JUARA NASIONAL, SILVANO MASIH BERTAHTA DI KELAS RAJA

tkmracing.com 20 Febuari 2018

Memasuki tahapan di kelas Junior Rok GP bagi setiap pegokart mungkin merupakan tahapan yang terberat. Peralihan usia dari masa kecil dan memasuki usia lajang merupakan masa dimana para anak-anak ini sedang mencari jati diri. Hal tersebut tergambar dari kerasnya pertarungan dan persaingan antar pegokart di kelas Junior Rok GP pada kejuaraan Eshark Rok Cup.

Pertarungan hebat penuh sportifitas

Tak berbeda dengan seorang Sergio M Noor, Pegokart andalan Riser Shadaff BMHS yang juga ingin membuktikan kemampuannya menjadi pegokart paling mumpuni dikelas  neraka yaitu kelas Junior Rok GP.

Menutup musim balap 2017 dengan catatan fantastis, Sergio yang sukses mengantongi gelar Juara Nasional dan Juara Asia Kelas Minirok kini tengah mengincar tahta terbaik di kelas yang baru tahun ini dia jalani. Hal ini bukanlah tanpa alasan, penampilan apiknya di gelaran Eshark Rok Cup putaran perdana lalu membawanya sukses menduduki puncak klasemen kejuaraan dengan raihan 330 point. Meskipun masih jauh dari titik aman namun setidaknya Sergio memiliki modal kuat yang harus dipertahankan di seri-seri balap berikutnya.

Keito Matsui, siap menghadang

Menghadapi Eshark Rok Cup Rd. 2 yang akan dihelat minggu ini (25/2), Sergio nampak rajin datang berlatih di SIKC. Sesi-sesi latihan mencari waktu terbaik dan sedikit pertarungan pun dijalani demi persiapan menghadapi balapan nanti.

” Persiapan saya menghadapi balapan minggu ini yaitu dengan berlatih di sentul (SIKC), selain menjaga kebugaran fisik dirumah. Semua ini tentu saya lakukan mengingat target saya tahun ini adalah menjadi yang terbaik di kelas Junior Rok GP.” Ujar Sergio M Noor.

Di balapan nanti, Adrian Hassan (ASR Racing) dan Keito Matsui (DSR Racing) diprediksi akan menjadi lawan-lawan berat bagi Sergio M Noor. Pertarungan ketiganya merupakan pertarungan terbaik yang terjadi dibalapan lalu. Insting dan skill balap yang mereka pertunjukkan menjadi hiburan menarik seantero SIKC.

Namun terlepas dari itu semua, kita doakan saja semoga apa yang menjadi cita-cita seorang Sergio M Noor dapat terwujud.

SILVANO CHRISTIAN, PERSIAPAN FISIK YANG UTAMA.

Silvano Christian, bersaing dengan amunisi muda

Tak berbeda dengan Sergio M Noor, persiapan fisik juga merupakan konsentrasi khusus Silvano Christian pegokart kelas Senior Rok GP dari ASR Racing. Silvano menyadari bahwa kemampuannya mengendalikan gokart dengan baik akan sia-sia tanpa kemampuan fisik yang menunjang.

” Bersaing dengan pebalap-pebalap yang lebih muda usianya pasti menuntut tenaga ekstra. Untuk itu saya selalu berolahraga seperti jogging disela-sela kesibukan saya.” Ujar Insinyur tamatan Universitas Indonesia ini.

Kemampuan Silvano memang tak diragukan lagi, pegokart langganan juara nasional ini memang selalu tampil di barisan terdepan dalam setiap kejuaraan. Namun tak ada kata mudah  mengaspal dikelas para expert mengingat kelas Senior Rok GP ini dihuni oleh para pegokart terbaik.

M. Harits, sempat merepotkan

Sebut saja M. Harits (DSR Racing) yang sempat merepotkannya di babak final balapan lalu. Kemudian ada Ferrel Fadhil (ASR Racing) yang pada balapan lalu sempat menmpel ketat bumper belakangnya. Lalu jangan lupakan duo TKM Racing yakni Keanon Santoso dan Gezha Sudirman yang pada tahun lalu juga berpenampilan apik. Dan diluar itu semua masih ada amunisi-amunisi muda yang siap mengincar posisi terbaiknya yaitu Rakamulya (ASR Racing), Akheela Chandra (UT Racing), dan Rava Mahpud (Tanada Racing).

Bila anda pecinta olahraga adrenalin tinggi dan ingin menyaksikan keseruan para pegokart beraksi, ayo ramai-ramai saksikan penampilan mereka di Sentul International Karting Circuit Citeureup Bogor Minggu 25 Febuari 2018. Gratis

Foto By Eshark Rok Cup Official

S

PUNCAKI KLASEMEN SEMENTARA, GAEL JULIEN GIAT BERLATIH

tkmracing.com 19 Febuari 2018.

Sukses memuncaki klasemen  sementara kejuaraan  Eshark Rok Cup tak membuat Gael Julien pegokart dari DSR Racing ini berpangku tangan. Pegokart kelas minirok ini terus giat berlatih guna mempersiapkan penampilannya pada kejuaraan Eshark Rok Cup Rd. 2 akhir pekan ini. Serangkaian evaluasi dijadikan bahan koreksi untuk mengantisipasi kekurangan-kekurangan yang terjadi pada balapan sebelumnya.

Berlatih keras pertahankan puncak klasemen

” Selain berlatih gokart setiap akhir pekan, saya juga terus menjaga kebugaran fisik agar stamina terus terjaga selama berjalannya lomba nanti. Target mengejar juara nasional sambil mempersiapkan diri agar mampu tampil maksimal di Kejuaraan Rok Cup Final “ Tutur siswa Lycee Francais De Jakarta yang terletak di bilangan Cipete ini.

Memaksimalisasi chasis kendaraan gokartnya menjadi prioritas Gael Julien bersama team mekanik untuk menunjang performanya nanti. beragam eksperimen dilakukan demi menghasilkan setup terbaik.

Dalam balapan nanti, Gael harus mewaspadai pergerakan Daffa AB (PFive Racing Team) dam Maouri Simon (TKM Racing). Daffa AB yang juga rajin berlatih diprediksi akan terus memberikan tekanan sepanjang jalannya lomba. Diluar dua pegokart cilik tersebut masih ada dua nama lagi yang juga berpeluang mengisi barisan terdepan kelas minirok yaitu Aditya Wibowo (Gandasari Racing) dan Kanaka Gusasi (Riser Shadaff BMHS).

CADETROK, KIMI RAE TEBAR ANCAMAN

Kimi Rae, tak akan sia-siakan kesempatan

Pasca gagal finishnya pegokart Cadetrok Kimi Rae (Kimi Raecing Team) pada balapan lalu membuat  sang pebalap cilik ini memiliki misi khusus pada balapan kali ini. Gelar juara di depan mata akhirnya sirna setelah Kimi mengalami spining out di lintasan lurus depan tribun SIKC. Misi menguasai balapan kali ini merupakan hal mutlak yang harus diperolehnya bila ingin namanya tercatat di puncak klasemen.

Catatan waktu yang diperoleh Kimi pada balapan lalu sudah cukup membuktikan bahwa yang bersangkutan memiliki peluang untuk menggusur sang penguasa klasemen sementara kelas cadetrok yang kini diduduki Calvin Wibowo (Gandasari Racing).

Calvin Wibowo, waspadai lawan-lawan

Di kelas para pemula ini Kimi dan Calvin tentunya juga akan bersaing dengan Rafael Kamal (PFive Racing team) dan juga Qarrar Firhand (Tanada Racing) yang kian menunjukkan progresnya.

Foto by Eshark Rok Cup Official

ESHARK ROK CUP RD. 2, SERI PERDANA LEVEL ASIA.

Eshark Rok Cup terus berbenah demi menyajikan satu kejuaraan yang berkualitas. Kesuksesan dua tahun berturut-turut meraih gelar Best National Promotor dari IMI merupakan satu beban besar yang harus dipertahankan.

Dalam pelaksanaan Eshark Rok Cup Rd. 2 yang rencananya akan digelar pada Minggu 25 Febuari 2018 di Sentul International Karting Circuit Citeureup Bogor ini, selain melombakan kategori Kejurnas, balapan kali ini juga akan melombakan Kejuaraan Asia. Meskipun dua level ini dilombakan secara bersamaan, namun perhitungan poin klasemen akan dibedakan diakhir balapan nanti.

Tekad pertahankan gelar Best National Promotor

Ade Satyaningtias yang mewakili pihak Eshark Rok Cup mengungkapkan harapannya agar balapan kali ini menjadi balapan yang kompetitif mengingat yang diperebutkan nanti bukan hanya gelar Nasional tapi juga gelar Asia.

” Peserta balapan kali ini tidak jauh berbeda dengan balapan seri lalu, antusiasme pegokart luar negeri juga cukup bagus dengan hadirnya 8 pegokart asal Singapore, 6 pegokart Malaysia dan 1 pegokart dari India.” Ujar Ade Satyaningtias kepada redaksi tkmracing.com

Antusiasme yang terus meningkat

Dari kurun beberapa tahun terakhir ini, Eshark Rok Cup memang menjadi satu-satunya ajang balap gokart di Indonesia. Dan dari tahun ke tahun jumlah peserta balap terus mengalami peningkatan. Sistim one make race yang ditetapkan panitia juga mendorong para pegokart untuk terus memaksimalisasi kemampuannya dalam mengendarai tunggangannya masing-masing. Di setiap pelaksanaannya, Eshark Rok Cup mampu menyajikan pertarungan-pertarungan seru dan persaingan antar pegokart dalam memperebutkan tahta juara. Hal inilah yang membuat Eshark Rok Cup semakin menarik.

Lalu bagaimana keseruan balapan akhir pekan ini. Ayo datang dan saksikan langsung di Sentul International Karting Circuit. GRATIS

Foto by : FB Ade Satyaningtias / Dok. tkmracing.com

EDRICO KENJI RAFAEL, DARI GOKART RENTAL MERAMBAH KELAS PROFESIONAL

Nama Edrico Kenji Rafael, cah Solo kelahiran 6 April 2009 memang belum banyak dikenal dikalangan gokart nasional, Maklum saja hal ini dikarenakan Edrico merupakan debutan baru di olahraga kecepatan ini. Mengawali karir balap di kelas Cadet Rok, Edrico baru saja memulai babak baru dalam sejarah perjalanan hidupnya.

Orangtua dan Kakak, dukungan dan doa yang utama

Kesukaan Edrico terhadap olahraga gokart dimulai sekitar setahun lalu manakala putra bungsu pasangan Agus Purnama dan Catur Mardiningrum ini mencoba lintasan mini TKM Gokart Rental di Hartono Trade Center Solo Baru. Dari situ, Edrico yang juga merupakan siswa kelas tiga Sekolah Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta ini bergabung dengan sekolah balap bentukan TKM Racing yang bernama One Speed Racing (OSR) dibawah bimbingan Ari Irawan.

Bersama teman-teman dan Ari Irawan Manager OSR

” Saya sangat mengidolakan sosok Lewis Hamilton dan sayapun bercita-cita semoga suatu saat nanti saya bisa merasakan balapan F1″ tutur Edrico Kenji Rafael.

Melihat bakat balap yang dimiliki sang anak, akhirnya kedua orang tua Edrico pun memutuskan untuk terbang ke Jakarta bergabung dengan TKM Racing dan memulai karir profesional yang diawali dengan berlatih di Sentul International Karting Circuit.

Pada November 2017, Edrico memulai pertarungan profesionalnya pada gelaran Fun Race di Sirkuit Marina Bay Batam. Meskipun hanya bertajuk fun race, namun event yang digagas Publik Karting Batam ini mayoritas diikuti oleh para pegokart nasional.

” Alhamdulillah, Edrico berhasil menyabet gelar juara ke tiga di kelas Cadet Rok. Sebagai orang tua sudah tentu saya sangat bangga dengan prestasi tersebut “ papar Sang Ibunda yang selalu setia menemani Edrico.

Juara 3 Fun Race Batam, tonggak awal prestasi

Sementara pada Kejuaraan Nasional Eshark Rok Cup seri perdana yang dihelat Januari 2018 lalu, Edrico membukukan prestasinya sebagai peringkat 3 Cadet Rok Newbie dan peringkat 4 Cadet Rok Rising Star.

” Progres Edrico menunjukkan peningkatan. Hal ini akan menjadi modal bagus bagi prestasi Edrico di balapan-balapan berikutnya.” Ujar Ari Irawan Manager OSR.

Serangkaian persiapan kini sedang dilakukan Edrico dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan gokart yang siap menantangnya. Persiapan fisik dan mental menjadi konsentrasi untuk menunjang performanya pada saat balapan nanti.

Bersama Sang Bunda Catur Mardiningrum, Support dari pinggir lintasan

” Kedepannya Edrico akan mengikuti seri-seri Kejurnas Eshark Rok Cup, dan Kami sekeluarga selalu mendukung yang terbaik untuk keberlangsungan karir Edrico selanjutnya. Sebagai Ibu saya sangat bangga melihat anak sekecil Edrico mampu mengendarai gokart secara mahir. Ini membuat saya sangat antusias dan selalu menyemangati Edrico dengan teriakan-teriakan saya saat menonton balap. Ayo gas pollll nakk. Kamu bisa “ demikian tutup Sang Ibunda.

Kita doakan saja semoga apa yang dicita-citakan seorang Edrico Kenji Rafael dapat terwujud.

 

Foto by: Dok. Catur Mardiningrum.

PEGOKART DALAM SOROTAN KEJURNAS ESHARK ROK CUP RD. 1 SIKC

tkmracing.com 31 Jan 2018

Dalam setiap kompetisi gokart, pastilah ada beberapa pegokart yang menjadi sorotan. Penilaian tersebut sudah barang tentu didasari oleh performa ciamik,  pertarungan-pertarungan yang seru atau bahkan karena Sang Pebalap telah menjadi idola dihati para penonton yang menjejali tribun. Fenomena inilah yang terjadi pada gelaran Eshark Rok Cup Rd. 1 yang dihelat di Sentul International Karting Circuit Minggu 28 Januari 2018.

Lalu siapa saja pegokart-pegokart yang mampu merebut dan melelehkan hati para penonton dan bahkan para komunitas gokart Indonesia, berikut ulasannya yang terbagi dalam setiap kategori lomba.

MINIROK DAN CADETROK

Meskipun dua kategori tersebut diatas berbeda secara umur, namun dalam pelaksanaannya dua kategori tersebut dibalapkan secara bersamaan.

Gael Julien (DSR Racing) mampu memukau dengan penampilannya yang mendominasi dikelas Minirok. Meskipun mendapat banyak tekanan dari dua rival terberatnya yaitu Daffa AB (PFive Racing Team) dan Maouri Simon (TKM Racing), Gael mampu menuntaskan balapan dan menjadi yang terdepan. Menguasai putaran perdana kejuaraan akan menjadi modal penting bagi pegokart blasteran Prancis ini untuk menggapai impiannya menjadi raja baru dikelas Minirok.

Kimi Rae, hampir mendominasi gelar di kelas Cadet Rok

Sementara di kelas Cadetrok ada nama Kimi Rae Fitriansyah (Kimi Raecing Team) yang berhasil membuat kejutan. Kimi mampu menerobos 4 besar sesi QTT dengan mengasapi beberapa pegokart Minirok. Namun sayang pada putaran akhir babak final, Kimi mengalami spinning out dan tertabrak pegokart dibelakangnya. Gelar juara Cadetrok didepan mata harus melayang ke tangan Rafael Kamal (PFive Racing Team) beruntung Kimi sudah mengamankan terlebih dahulu titel juara 1 Cadetrok Rising Star dan meraih Fastest Of The Day.

JUNIOR ROK GP

Kelas ini benar benar menjadi kelas terpanas dalam gelaran Eshark Rok Cup Rd. 1. Aksi-aksi para pegokart ABG ini terbilang paling menarik perhatian.

Adalah Sergio M Noor (Risser Shadaff BMHS), Adrian Hassan (ASR Racing) dan Keito Matsui (DSR Racing) yang berhasil memompa jantung para penonton disepanjang jalannya balapan.

Sergio M Noor, kemampuan bertahan kelas dewa

Pada babak final ketiganya terlibat aksi saling menekan. Sergio yang memimpin putaran sejak awal mampu dilewati Adrian Hassan di tengah-tengah perlombaan. Sergio yang membalap bak singa lapar tak memberikan waktu lama bagi adrian untuk menguasai lintasan sementara Keito menempel ketat di posisi 3.

Petaka bagi Adrian terjadi di  3 lap akhir. Adrian yang memiliki kecepatan lebih dibanding sergio mencoba memaksa memasuki tikungan 12. Sergio yang sudah membaca pergerakan Adrian mencoba bertahan disisi dalam memasuki tikungan sementara Adrian yang menyadari aksi Sergio segera mengambil sisi luar dengan harapan dapat adu kecepatan saat keluar tikungan. Namun diluar dugaan Keito yg melihat pergerakan Adrian segera menempel ketat bumper belakang Sergio dan mengunci Adrian disisi luar. Akhirnya tabrakan antara Adrian dan Keito tak terhindarkan lagi,  Gokart Keito pebalap  asal Jepang sempat menaiki gokart Adrian hingga menyebabkan Adrian gagal finish dan Keito terlempar ke posisi belakang. Sedangkan Sergio berhasil finish terdepan setelah melewati putaran-putaran yang penuh determinasi.

SENIOR ROK GP

Meskipun tak seganas pertarungan di kelas Junior Rok GP, namun tak menguragi daya tarik para penonton dalam menyaksikan para pegokart kaya pengalaman beraksi di kelas Senior Rok GP.

Silvano Christian, konsistensi tak tertandingi

Silvano Christian (ASR Racing) yang terkenal akan konsistensinya memang akhirnya keluar sebagai jawara. Namun gangguan-gangguan dari M. Harits (PFive Racing Team) cukup merepotkan Silvano di babak final.  Harits yang menunggangi chasis FA buatan 2010 akhirnya menyerah setelah mampu memimpin selama setengah balapan. Sementara itu Ferrel Fadhil (ASR Racing) sang rain master juga tampil sebagai kuda hitam. Ferrel yang asyik berkarir di gelaran ISSOM ternyata masih memiliki skill gokart yang mumpuni. Sedangkan Gezha Sudirman (TKM Racing) yang beberapa bulan absen juga masih mampu menunjukkan tajinya. Lain halnya dengan Keanon Santoso (TKM Racing), disaksikan banyak fans nya Keanon tampil menjadi sosok idola, terbukti dari riuh rendahnya sambutan penonton saat Keanon melibas lintasan lurus yang tepat berada di hadapan tribun penonton. Sayang performa tunggangannya dalam balapan kali ini kurang menunjang penampilannya.

MASTER ROK GP

Dikelas ini nama besar Eris Mahpud (ESI Motorsport) masih menjadi momok menakutkan bagi para kompetitornya. Sepeninggal Firhand Ali (Tanada Racing) otomatis Eris menjadi single power yang sulit ditaklukan lawan-lawannya. Namun ibarat pepatah mengatakan apapun bisa terjadi dalam balapan dan rupanya itulah yang terjadi pada penggagas Eshark Rok Cup ini.  Eris yang sudah mendominasi balapan hingga babak prefinal secara dramatis harus meminggirkan gokartnya saat terjadi masalah teknis kala babak final masih seumur jagung.  Akhirnya Brendan Lim (DT Racing) mengambil alih pimpinan lomba hingga bendera finish dikibarkan. Sang juara Rok Cup Singapore 2017 yang sedari awal kesulitan menaklukan lintasan gokart Sentul pun melenggang mulus ke tahta podium.

Brendan Lim, juara pertama di balap perdana

SHIFTER ROK

Nama Diptya Oktadewa (Respon Motorsport) langsung mencuat dikalangan penggeber mesin shifter manakala yang bersangkutan menjuarai kelas penggabungan antara Shifter Rok, Shifter dan Gearbox Universitas. Diptya yang mengakhiri babak QTT dengan gap waktu satu detik lebih cepat dibanding lawan-lawannya tanpa kesulitan menuntaskan balapan dengan ganjaran podium satu.

Diptya Oktadewa, nyaman di kelas Shifter Rok

Sedangkan di kategori Shifter, Nikko Adrianus (MERT Untar) tampil sebagai jawaranya. Sementara Dede Malki (Kart Team HMM Unpas) berhasil berjaya di kategori Gearbox Universitas.

Foto by: FB Silvano Christian, FB Dicky Setiawan, FB Bunjamin Noor , FB Brendan Lim dan Dok. M. Temi Fitriansyah

 

 

Foto Galerry Eshark Rok Cup Seri 1 2018 SIKC

%d blogger menyukai ini: